web directoriesfree CSS templates
Selasa, 27 November 2012 - 15:14:50 WIB Dibaca: 142 kali
Separuh warga Jabar tak tahu hari pencoblosan Pilgub Jabar

Bandung - Meski Pilgub akan segera dilaksanakan, tetapi hingga kini banyak warga Jawa Barat yang ternyata belum tahu hari pelaksanaannya. Dari data KPU Jawa Barat baru sekitar 57 persen warga yang mengetahui hari pelaksanaan, sedangkan 43 persen lainnya belum mengetahui jika Pilgub Jabar digelar 24 Februari 2013 mendatang.

Komisioner KPU Jabar, yang merangkap Ketua Pokja Sosialisasi, Ferdhiman, mengatakan kurang tahunya masyarakat akan hak pilih yang digunakan nanti kebanyakan berasal dari pedesaan. Pihaknya pun akan lebih menyasar masyarakat pedesaan untuk disosialisasikan.

"Pencoblosan dan informasi mengenai penyelenggaraan Pilgub 2013 berikut tahapan, program dan jadwalnya kami akan lebih diarahkan bagi masyarakat Jawa Barat yang tinggal di pedesaan," katanya di KPU Jabar, Bandung, Senin (26/11).

Dengan sosialisasi memfokuskan ke pedesaan, Pilgub Jabar ini diharapkan mampu menggalang partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, dengan persentase suara yang lebih banyak dibanding Pilgub sebelumnya.

Berdasarkan catatan KPU Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) di Jawa Barat sendiri mencapai 36,6 juta jiwa.

Disadari dia KPU Jabar belum maksimal dalam bersosialisasi Pilgub Jabar 2013 ini, dengan waktu yang tersisa KPU akan bekerja keras dan lebih intensif secara menyeluruh untuk melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Sejauh ini koordinasi dan sosialisasi kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya (LSM) sering dilakukan. Unsur inilah yang akan terus menyebarkan informasi untuk pemilihan orang nomor satu di tatar Pasundan Jabar agar nantinya semua pemilih bisa menggunakan hak pilihnya di TPS (tempat pemungutan suara).
 
Sumber : Merdeka.com


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  
Hasil PILKADA - Real Quick Count
Partai
  • Pendirian Partai HANURA dirintis oleh Wiranto bersama tokoh-tokoh nasional yang menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13-14 November 2006.
  • Partai Amanat Nasional (PAN) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Asas partai ini adalah "Akhlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam" . PAN didirikan pada tanggal 23 Agustus 1998
  • Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002.
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996
  • Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), adalah sebuah partai politik di Indonesia.
  • Partai Demokrat adalah sebuah partai politik Indonesia. Partai ini didirikan pada 9 September 2001 dan disahkan pada 27 Agustus 2003.
  • Jakarta : Kemenangan Partai Keadilan Sejahtera dalam beberapa pemilihan kepala daerah (pilkada) diyakini karena mesin politik partai tersebut terus mengalami regenerasi.

    "Faktor pemenangan terbesar adalah mesin politik. Saya berbeda dengan pengamat yang mengatakan kemenangan kami mengandalkan calon," kata Presiden PKS Anis Matta di Jakarta, Selasa (16/4/2013).

    Anis menambahkan, kasus yang menimpa Presiden PKS terdahulu Luthfi Hassan Ishaq tidak memiliki pengaruh besar untuk urusan pilkada. "Kasus ini (Luthfi Hasan) sangat dekat dengan Pilkada Jabar dan Sumut, dan kasus itu tidak ada pengaruhnya," ujarnya.

    Ia menegaskan PKS menciptakan tokoh ketika yang bersangkutan masuk ke dalam partai, berbeda dengan partai lain. Mesin partai bekerja secara efektif sehingga menjadikan seorang guru bahasa Arab bernama Ahmad Heryawan menjadi Gubernur Jawa Barat.

    "Seorang guru bahasa Arab Ahmad Heryawan dilatih dan disiapkan menjadi pemimpin (Gubernur Jawa Barat), dan mampu diterima," terang Anis. (Yus)
Tokoh
Ir. H. Joko Widodo
Selasa ,27 November 2012 - 16:44:56 WIB

Ir. H. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961), lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi, adalah Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua kali masa bakti 2005-2015. Dalam masa jabatannya, ia diwakili F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Dia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Baca Selengkapnya...
Sri Mulyani Indrawati
Dahlan Iskan
Dr.H.M Hidayat Nur Wahid, M.A
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla